Sekilas Mengenai Sejarah Munculnya Ide Realistic Mathematics Education di Belanda

Written by Nur Izzati

Hans FreudenthalPengembangan Realistic Mathematics Education (RME) dimulai sekitar 1970, didorong oleh gerakan reformasi pendidikan matematika di sekolah dasar pada tahun 1968 yang dikenal sebagai proyek Wiskobas yang diprakarsai oleh Wijdeveld dan Goffree. RME hadir sebagai reaksi terhadap gerakan “New Math” dari Amerika yang membanjiri dunia pada tahun 1970an. Kini RME di Belanda banyak dikembangkan oleh Freudenthal Institute. Hans Freudenthal dan rekan-rekannya di bekas IOWO meletakan dasar bagi Freudenthal Institute.

Hans Freudenthal adalah seorang matematikawan Yahudi kelahiran Jerman. Ia mendapat pendidikan di Jerman dan meraih doktor Matematika di Bidang Aljabar Topologi dari Univeristas Berlin. Kemudian Hijrah ke Belanda dan merupakan salah seorang matematikawan yang disegani di Belanda. Salah satu karyanya yang terkenal adalah teorema suspensi Freudental (Freudenthal suspension theorem). Dengan wibawanya sebagai matematikawan terkemuka, dia salah seorang yang menolak ‘new math’ sebagai pendekatan pembelajaran, di Belanda dikenal dengan sebutan ‘pendidikan matematika mekanistik’. Dia dan kawan-kawannya pada tahun 1970an (ketika berusia 65 tahun) mengajukan gagasan apa yang dikenal sekarang sebagai pendekatan matematika realistik.

RME yang kita kenal sekarang banyak dilandasi oleh pemikiran Freudenthal bahwa matematika sebagai aktivitas manusia (human activity). Menurut dia, matematika harus dihubungkan dengan kenyataan (realitas), dekat dengan pengalaman anak-anak dan relevan bagi masyarakat, agar matematika bernilai bagi manusia (human value). Matematika bukanlah suatu subyek yang harus diteruskan (ditransmisikan) oleh guru kepada siswa. Dalam pembelajaran matematika siswa harus diberikan panduan (dipandu) agar mendapatkan kesempatan melakukan ‘penemuan kembali matematika’ dengan cara melakukannya. Siswa tidak dapat dipandang sebagai penerima pasif matematika yang sudah jadi. Ini berarti bahwa dalam pendidikan matematika, titik fokus tidak pada matematika sebagai sebuah sistem tertutup, tetapi pada kegiatan atau proses matematisasi (Freudenthal, 1968 dalam Van den Heuvel-Panhuizen, 2000).

Belakangan, Treffers merumuskan gagasan matematisasi secara eksplisit dalam konteks pendidikan, yaitu matematisasi “horizontal” dan “vertikal”. Dalam pengertian luas, kedua jenis matematisasi tersebut dapat dipahami sebagai berikut. Matematisasi vertikal adalah proses reorganisasi dalam sistem matematika itu sendiri, seperti, misalnya, mencari jalan pintas dan menemukan hubungan antara konsep dan strategi dan kemudian menerapkan penemuan-penemuan tersebut. Sementara dalam matematisasi horizontal, para siswa datang dengan alat yang dapat membantu untuk mengelola dan memecahkan masalah pada situasi kehidupan nyata.  Singkatnya, menurut Freudenthal (1991) “matematisasi horizontal bergerak dari dunia nyata ke dunia simbol, sementara matematisasi vertikal bergerak dalam dunia simbol-simbol.” Gravemeijer (1994) menggambarkan kedua proses matematisasi di atas sebagai berikut:

matematisasi

Gambar 2. Horizontal dan Vertikal Matematisasi

Beranjak dari proses matematisasi, de Lange (1999, dalam Fauzan, A., 2008) mengemukakan alasan mengapa RME potensial untuk diterapkan. Menurutnya, proses pengembangan konsep-konsep dan ide-ide matematika yang berawal dari dunia nyata, dan pada akhirnya kita juga perlu untuk merefleksikan hasil-hasil yang diperoleh dalam matematika kembali ke alam nyata. Dengan kata lain, yang kita lakukan dalam pendidikan matematika adalah mengambil sesuatu dari dunia nyata, “mematematisasinya”, kemudian membawanya kembali ke dunia nyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: