Author Archive

DISERTASI

29/09/2012

ABSTRAK

Nur Izzati (2012). Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa SMP melalui Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik.

Komunikasi matematis dan kemandirian belajar dalam matematika merupakan dua kompetensi penting yang perlu dikuasai siswa. Komunikasi matematis memainkan peranan penting, baik dalam hal memahami matematika maupun dalam hal menyampaikan matematika. Selanjutnya, kemandirian belajar dalam matematika merupakan faktor yang ikut menunjang kesuksesan siswa dalam belajar matematika. Pentingnya kemampuan komunikasi matematis dan kemandirian belajar dalam matematika, sayangnya tidak seiring dengan peningkatan penguasaan kedua kompetensi ini oleh siswa. Karena  itu, perlu adanya upaya untuk menerapkan suatu model pembelajaran yang diperkirakan dapat memicu peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan kemandirian belajar siswa dalam matematika. Penelitian ini menerapkan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) sebagai alternatif pendekatan pembelajaran yang diperkirakan dapat memicu peningkatan kedua kompetensi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi penerapan PMR terhadap peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis (KKM) dan Kemandirian Belajar Siswa dalam matematika (KBS), ditinjau dari: a) keseluruhan; b) level sekolah (tinggi, sedang, rendah); dan c) kemampuan awal matematis (KAM) siswa (atas, tengah, bawah). Penelitian ini menerapkan desain kuasi eksperimen. Sampel penelitian terdiri dari 239 orang siswa kelas VII pada tiga SMP Negeri di Kota Bandung, masing-masing mewakili sekolah level tinggi, sedang, dan rendah. Hipotesis penelitian diuji pada taraf signifikansi 5%, menggunakan Uji-t Berpasangan, Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon, Uji-t Independen, Uji Mann-Whitney, dan Uji GLM Univariate Anova dilanjutkan dengan Uji Post Hoc for Multiple Comparison Bonferroni dan Uji Post Hoc for Multiple Comparison Games-Howell. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) peningkatan KKM siswa yang mendapat pembelajaran matematika melalui pendekatan PMR lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran matematika melalui pendekatan pembelajaran biasa (PB), ditinjau dari keseluruhan, berdasarkan level sekolah, dan berdasarkan kategori KAM siswa; (2) tidak ada pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan level sekolah serta antara pendekatan pembelajaran dan kategori KAM siswa terhadap peningkatan KKM siswa; (3) terdapat peningkatan yang signifikan pada KBS bagi siswa  yang belajar matematika melalui pendekatan PMR, ditinjau dari keseluruhan, pada sekolah level rendah, dan pada siswa dengan KAM tengah, sedangkan bagi siswa yang belajar matematika melalui pendekatan PB, tidak mengalami peningkatan KBS secara signifikan, baik ditinjau dari keseluruhan, berdasarkan level sekolah, maupun berdasarkan kategori KAM siswa; (4) tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan KBS antara siswa  yang belajar matematika melalui pendekatan PMR dan PB.

Kata Kunci: kemampuan komunikasi matematis, kemandirian belajar, pendidikan matematika realistik (PMR)

DISERTASI LENGKAP Klik link: File 1.pdf

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.